WeCreativez WhatsApp Support
HERUMINDSET status is ONLINE
(Anda Terhubung Dengan \"Ibu Yulizar\")
Jenis Anxiety

Jenis Anxiety

Beberapa waktu lalu kita sudah mengenal Anxiety atau kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap stres. Hal ini dapat muncul sebagai perasaan khawatir atau justru takut pada apa yang akan terjadi nanti. Misalnya, tentang hari pertama di sekolah, wawancara kerja, atau saat memberikan pidato yang dapat menyebabkan sebagian orang merasa gugup. Tapi tidak semua orang merasakan cemas apabila menghadapi situasi tersebut.

kali ini, kami mencoba menjelaskan beberapa jenis dari Anxiety atau kecemasan, berikut penjelasannya:

  • Gangguan kecemasan menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder).
    Rasa kekhawatiran yang berlebihan tentang hal-hal yang belum tentu akan terjadi, atau terlalu mengkhawatirkan hal-hal sederhana seperti kesehatan, keselamatan, uang, dan aspek kehidupan sehari-hari lainnya yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Seringkali disertai nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, mual, sesak napas, dan insomnia. Penderita gangguan ini merasa sulit untuk merasa rileks, selalu merasa tegang atau tidak nyaman, dan sulit atau bahkan tidak bisa berkonsentrasi. Gangguan-gangguan tersebut seringkali tidak diketahui dengan jelas penyebabnya namun kecemasan ini menetap dan mengganggu .
  • Fobia.
    Fobia merupakan bagian dari anxiety yang menyebabkan ketakutan yang tidak rasional terhadap hal-hal atau situasi tertentu, seperti laba-laba, berada di keramaian, berada di ketinggian, atau berada di ruangan tertutup. Ketakutan terhadap situasi atau benda-benda yang umumnya tidak menimbulkan rasa takut bagi kebanyakan orang seperti eskalator, berada di dalam air, naik pesawat, atau terhadap warna atau angka tertentu merupakan tanda gejala fobia. Penderita fobia akan merasa ketakutan atau cemas yang berlebihan jika terpapar pada kondisi atau benda tersebut sehingga tak jarang menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari hanya untuk menghindari hal pencetus fobia tersebut.
  • Gangguan kecemasan sosial.
    Gangguan ini juga disebut fobia sosial. Penderita gangguan ini memiliki kesadaran diri yang luar biasa meningkat dalam pertemuan sosial, karena merasa diawasi dan dinilai oleh orang lain, serta takut merasa malu terutama pada saat berada di keramaian. Hal ini dapat menimbulkan masalah apabila penderitanya bekerja di bidang yang mengharuskannya untuk berbicara di depan umum atau berhadapan dengan khalayak ramai.
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD).
    Gangguan ini dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian atau berada di situasi berbahaya, tragis, atau traumatis yang dapat mengancam nyawa. Penderita PTSD seringkali merasa takut atau merasa seperti melihat kilas balik pada keadaan yang mencetuskan timbulnya gangguan. Gangguan ini bisa diderita oleh orang yang pernah tinggal di daerah konflik atau perang, terkena bencana alam, atau korban kekerasan. Keadaan yang mencetuskan keluhan ini seringkali muncul dalam ingatan dan kadang dalam bentuk mimpi. Penderita gangguan ini juga tidak jarang mengalami depresi, insomnia, hingga penyalahgunaan obat atau minuman beralkohol untuk mengatasi gangguannya.
  • Gangguan panik.
    Adanya perasaan takut atau panik yang berulang dan tidak beralasan. Disertai dengan detak jantung yang cepat, berkeringat, pusing, dan merasa lemah.  Gangguan ini dapat muncul kapan saja dan mendadak. Orang dengan gangguan panik tidak dapat memprediksi kapan gangguan tersebut akan muncul atau apa pencetusnya. Keluhan ini banyak menyebabkan disabilitas sosial bahkan fisik karena penderitanya akan merasa takut jika serangan panik ini muncul.
  • Gangguan obsesif atau kompulsif (OCD).
    Gangguan ini memiliki ciri khas pikiran obsesif, seperti rasa ketakutan yang tidak masuk akal, dan disertai dengan tindakan kompulsif. Contohnya mencuci tangan berulang kali untuk meringankan rasa cemas karena merasa kotor yang dihasilkan oleh pikiran. Pikiran ini sulit dikendalikan dan bersifat menetap dan berulang sehingga menimbulkan gangguan aktivitas atau perilaku yang dianggap aneh oleh orang lain. Beberapa kasus ekstrim yang diderita oleh penderita OCD yaitu mengunci pintu dan kemudian memeriksanya kembali hingga berkali-kali untuk memastikan bahwa pintu telah terkunci. Perilaku obsesif-kompulsif ini dapat menyebabkan penderitanya terlambat bekerja atau kadang tidak beraktivitas sama sekali karena merasa cemas berlebih jika dorongan untuk melakukan tindakan tersebut tidak diikuti.

Perlu diingat, gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang sering menimbulkan disabilitas bagi penderitanya. Gangguan kecemasan tak jarang menyebabkan depresi, ide bunuh diri untuk menghindari rasa cemas berlebih, pikiran irasional, hingga penyalahgunaan obat atau minuman beralkohol untuk menghilangkan gejala. Gejala cemas disertai adanya gangguan persepsi atau paham, mood, keluhan menetap dan semakin berat tanpa sebab yang jelas adalah kondisi yang perlu segera ditangani.

Penanganan yang dapat dilakukan yaitu psikoterapi dengan salah satu metodenya yaitu CBT atau terapi perilaku kognitif, terapi relaksasi, dan perpaduan antara psikoterapi dan obat-obatan anxiolytic seperti obat penenang atau penghilang rasa cemas. Penggunaan obat-obatan penenang harus dengan resep dan pengawasan dokter.  Jika disalahgunakan, obat-obatan tersebut dapat menimbulkan keluhan atau gangguan perilaku lain yang dapat memperberat gangguan yang sudah dialami. Oleh karena itu, penanganan terhadap kondisi-kondisi tersebut adalah penanganan yang perlu dilakukan oleh tim ahli.

Jika Anda mengalami kecemasan atau anxiety, perubahan gaya hidup tertentu dapat meringankan gejala yang ditimbulkannya. Beberapa teknik untuk mengurangi kecemasan meliputi makan makanan bergizi seimbang dan sehat, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, cukup tidur, bermeditasi, latihan pernapasan, berolahraga secara teratur, menulis catatan harian atau diary, mengenali beberapa faktor yang memicu stres/kecemasan Anda, dan berbicara dengan teman. Jadikanlah faktor pencetus rasa cemas sebagai hal yang positif agar Anda termotivasi untuk bekerja lebih baik atau memperbaiki diri. Jika faktor pencetus telah teratasi dan rasa cemas menetap atau justru semakin berat, maka Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Obat Tidur dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Obat Tidur dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Tidur adalah kebutuhan alamiah setiap manusia karena baik untuk kesehatan tubuh, termasuk otak. Jika seseorang kurang tidur, performa bisa menurun dan rentan terkena penyakit. Demi mengatasi insomnia ada yang mengonsumsi obat tidur yang mengandung bahan kimia. Cara tersebut berbahaya dan dapat memberikan efek samping buruk pada tubuh. Itulah sebabnya tidur sangat penting bagi semua individu. Namun, ada juga orang yang memiliki masalah insomnia, alias susah tidur.

Obat tidur adalah jenis obat yang diresepkan oleh dokter sebagai pengobatan jangka pendek untuk masalah gangguan tidur. Penggunaan obat tidur wajib di bawah pengawasan dokter. Jika tidak dikonsumsi dengan bijak, obat tidur dapat membawa efek samping yang berbahaya, mulai dari gangguan ingatan, alergi, hingga ketergantungan. Anda mengalami gangguan tidur? Jangan terburu-buru mengonsumsi obat tidur untuk mengatasinya. Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya, ada baiknya mengetahui apa saja efek samping yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan obat tidur.

Insomnia

Efek Samping Obat Tidur

Seperti halnya obat-obatan lain, obat tidur juga memiliki efek samping. Efek samping setiap obat tidur berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut beberapa efek samping yang umum terjadi:

  • Perubahan nafsu makan.
  • Berat badan bertambah.
  • Perubahan suasana hati (mood) atau perilaku.
  • Perubahan libido.
  • Gangguan pada ingatan dan tidak fokus.
  • Sensasi terbakar atau kesemutan pada kaki, lengan, tangan.
  • Diare.
  • Susah buang air besar atau kecil.
  • Susah menjaga keseimbangan.
  • Membuat anggota tubuh bergetar (tremor).
  • Sakit kepala.
  • Mulut atau tenggorokan kering.
  • Sering buang angin.
  • Mengantuk di siang hari.
  • Lemas.
  • Nyeri perut.
  • Mual.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Reaksi ini dapat meliputi angioedema, yaitu pembengkakan parah pada wajah.
  • Menimbulkan ketergantungan. Tanpa obat tidur, Anda menjadi merasa semakin sulit tidur. Bahkan aktivitas tidur bisa menjadi saat yang paling mencemaskan.

Pada kasus tertentu efek samping dapat menjadi parah seperti parasomnia, yaitu tingkah laku dan tindakan yang tidak dapat dikontrol. Orang yang mengalami parasomnia menjadi tidak sadar apa yang terjadi. Di tengah ketidaksadarannya, penderita dapat berjalan, makan, bahkan menelepon sambil tidur.

Yang Perlu Diperhatikan

Obat tidur juga dapat berbahaya bagi orang-orang dengan penyakit tertentu, misalnya asma. Obat tidur dapat membuat penderita asma sulit bernapas karena efek samping dari obat tidur dapat membuat seseorang bernapas lebih lambat dan pelan. Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, serta riwayat kejang juga perlu waspada. Begitu pula wanita hamil dan menyusui, orang lanjut usia, serta orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat bereaksi dengan obat tidur.

Jika memang Anda perlu mengonsumsi obat tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Sebelum mengonsumsi obat tidur, ada baiknya periksakan diri terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui penyebab atau latar belakang terjadinya insomnia.
  • Obat tidur dianjurkan dikonsumsi 15 menit sebelum waktu tidur. Jika tidak, obat ini dapat membuat Anda kehilangan konsentrasi dan kesadaran, sehingga akan membahayakan Anda saat ber
  • Pastikan Anda membaca semua instruksi termasuk dosis yang tertera pada label, terutama pada bagian efek samping. Konsultasikan ke dokter jika ada informasi yang tidak Anda mengerti.
  • Jangan sekali-sekali mengonsumsi minuman keras bersamaan dengan obat tidur. Perpaduan obat tidur dan alkohol akan meningkatkan efek samping keduanya, dan dapat menyebabkan henti napas yang bisa berakibat fatal.
  • Anda juga tidak disarankan mengonsumsi jeruk Bali ataupun jus jeruk Bali saat mengonsumsi obat tidur. Buah ini berisiko meningkatkan dan mempertahankan kadar obat yang diserap pembuluh darah sehingga menyebabkan dosis berlebih.
  • Hindari mengonsumsi suatu jenis obat tidur yang baru pertama kalinya Anda pakai, bila di pagi harinya Anda akan menjalani sebuah kegiatan penting seperti wawancara kerja atau rapat besar. Anda tidak tahu bagaimana tubuh Anda akan bereaksi terhadap obat tersebut.
  • Beberapa jenis obat tidur memang hanya ditujukan untuk konsumsi jangka pendek, misalnya 10 hari. Maka, hindari mengonsumsi obat tidur dalam jangka waktu lebih lama dari yang direkomendasikan dokter Anda.
  • Penghentian konsumsi obat tidur memerlukan waktu penyesuaian. Terkadang insomnia dapat kembali muncul saat obat tidur berhenti digunakan. Konsultasikan ke dokter untuk menghentikan penggunaan obat tidur secara bertahap.

Segera periksakan diri ke dokter jika setelah mengonsumsi obat tidur, Anda mengalami nyeri dada, sulit bernapas, gangguan penglihatan, ruam, gatal, bengkak pada mata, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Pada akhirnya, mengonsumsi obat tidur disarankan menjadi alternatif terakhir setelah menempuh cara-cara lain yang lebih aman untuk menangani insomnia.

Apa Saja Penyebab Insomnia? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hipnoterapi Kesehatan

Hipnoterapi Insomnia

Pasti bagi orang modern sekarang ini sudah tahu apa yang dimaksud dengan Insomnia. Yups, insomnia adalah gangguan pada pola tidur Anda. Ada banyak penyebab Insomnia yang bisa Anda ketahui. Mungkin karena banyak pikiran atau sedang ada masalah lain yang menyebabkan Anda sulit untuk tidur. Jika sudah seperti ini, kesehatan Anda yang lain juga turut terganggu dan Anda pun menjadi orang yang kurang produktif.

Ahli berkata, jika orang yang kekurangan tidur, maka akan mengalami beberapa hal yang membuatnya menyebabkan dampak negatif terhadap dirinya. Untuk itulah, jika Anda beberapa hari mengalami insomnia, bahkan cukup parah, segera ketahui gejala insomnia tersebut. Jangan menunggu kondisi fisik Anda yang melemah. Jika fisik yang sudah mulai terganggu, berarti memang Anda harus mengalami beberapa terapi untuk menyembuhkannya.

Ada beberapa cara mengatasi insomnia berat yang Anda alami tersebut. Bisa melakukan hipnoterapi atau bahkan dengan cara-cara lain seperti melakukan yoga dan lain sebagainya. Ada pula melakukan cara-cara tertentu yang bahkan lebih mudah untuk mengatasi masalah insomnia. Jangan sepelekan insomnia karena beberapa orang yang menyepelekan justru berdampak hal yang lebih parah.

Sebelum Anda mengetahui cara mengatasi penyakit insomnia Anda, terlebih dahulu Anda arus dikenalkan dengan beberapa penyebab yang membuat Anda menjadi burung hantu yang selalu bangun sepanjang malam.

Hipnoterapi Kesehatan

Hipnoterapi Insomnia

Beberapa Penyebab Insomnia yang Bisa Dialami Oleh Anda

Masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang yang terkena insomnia adalah beban psikologis seperti stress dan depresi. Orang yang bisa tidur bila pikiran tenang, apabila pikiran tidak tenang, akan sulit untuk tidur karena dirundung rasa cemas dan juga stress.

Kemudian, imsomnia juga disebabkan karena masalah yang berkaitan dengan medis, seperti orang yang terkena insomnia, vertigo, ginjal, tumor dan lain sebagainya. Dengan beberapa penyakit tersebut, akan sulit sekali bagi orang untuk bisa tenang untuk tidur. Pasti akan ada banyak masalah yang timbul karenanya.

Ada juga insomnia karena disebabkan karena tidur siang yang terlalu lama atau seharian Anda tidur, itu juga bisa menyebabkan tubuh Anda akan sangat fit ketika malam hari dan sulit untuk tidur. Jadi, Anda harus kurangi waktu tidur siang Anda.

Masih banyak lagi penyebab lainnya seperti karena obat-obatan, makan tengah malam dan bakan mengkonsumsi kafein ataupun alkohol terlalu banyak.

Cara Mudah Mengatasi Insomnia Anda

Mengatasi insomnia bisa dilakukan dengan cara mudah. Misalnya, sebelum Anda tidur, cobalah untuk membersihkan diri lebih dulu dengan mandi air hangat ataupun membersihkan waja. Barulah tempat tidur harus dibersihkan agar Anda pun menjadi lebih rileks.

Selanjutnya, Anda juga bisa melakukan olahraga secara rutin. Olahraga akan membuat tubuhmu sehat dan tidur pun menjadi lebih mudah.

Jika Anda memang terkena insomnia yang sangat parah, segera lakukan tindakan medis seperti datang ke hipnoterapis atau bahkan psikiater untuk membantu mengatasi gejala insomnia Anda.

Cara Mengatasi Insomnia Dengan Melakukan Detox Tubuh

Selain melakukan al di atas, mengatasi masalah insomnia juga bisa dengan melakukan detox tubuh yaitu dengan berpuasa. Pasti Anda sudah tahu, bukan, jika berpuasa akan menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh. Lakukanlah puasa seminggu 2 kali jika mampu.

Apabila kurang mampu, Anda bisa sering-sering mengkonsumsi sayuran yang banyak dan bervariasi.

Untuk mengatasi penyebab insomnia Anda, bisa dilakukan dengan mudah jika Anda datang ke https://herumindset.com/. Di sana Anda akan tahu bagaimana cara menyembuhkan insomnia dengan mudah. Hubungi kontak di https://herumindset.com/contact/ yang tersedia jika Anda berminat.

Hubungi Kami

Layanan Berkualitas Yang Anda Terima Akan Kami kemas ke dalam Terapi Klinis Hipnoterapi, NLP, EFT, Ditambah Konsultasi Psikologi, Yang Pada Akhirnya Menjadi All in One Solution   Hipnoterapi Jakarta  Yang berkualitas, yang akan membuat anda Tidak Perlu kemana-mana lagi.

Butuh Info Lebih Detail?