WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda
Hai, apa yang bisa kami bantu?
4 Pertanyaan yang Harus Anda Tanyakan ke Psikolog Anak

4 Pertanyaan yang Harus Anda Tanyakan ke Psikolog Anak

Hipnoterapi

Psikolog Anak

Mungkin saja Anda melihat tAnda-tAnda kelainan anak sejak seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau bahkan setahun yang lalu.

Pemicunya bisa beragam. Dari masalah dengan teman-temannya, pekerjaan sekolah yang membuat stress, selalu cemas tiap waktu, lingkungan keluarga yang tak mendukung, atau sebab lainnya.

Saat Anda mulai sadar dengan apa yang terjadi pada anak, Anda pasti mulai khawatir dengan kondisi psikisnya, dan situasi keluarga Anda mulai sedikit memburuk karena masalah demikian. Jika ini yang terjadi pada anak Anda, tak perlu menunggu waktu lagi untuk segera mengunjungi psikolog anak.

Yang jadi masalah adalah, banyak orangtua yang takut untuk membawa anaknya ke terapis dengan alasan beragam, dan kadang tak masuk akal.

Anda mungkin bertanya, apa yang dilakukan psikologis ke anak? Bagaimana kalau terapis mengklaim kalau anak mengalami gangguan jiwa? Dan, apakah membawa anak ke terapis berarti secara tak langsung mengartikan Anda gagal sebagai orangtua?

Pasti ada banyak pertanyaan lain, tapi Anda tak perlu berpikir sejauh itu.

Sederhana saja, cukup tanyakan ini pada terapis anak saat Anda konsultasi.

Tanyakan ke Psikolog Anak

Sumber: thejakartapost.com

Hipnoterapi

Psikolog Anak

#1. Bagaimana cara Anda (terapis) mengatasi masalah ini?

Karena Anda masih di tahap konsultasi dan terapis belum pernah ketemu anak Anda, jadi kemungkinan program terapi yang diterapkan belum bisa dijawab sempurna.

Yang bisa Anda lakukan hanya cerita tentang perubahan yang dialami anak Anda ke terapis. Paling tidak, Anda akan diberi tahu gambaran strategi yang nantinya diterapkan. Misalnya lewat komunikasi intim, berpikir dari perspektif anak, mengolah stress dan frustasi, membangun rasa percaya diri, dan mengatasi penyebab kecemasan.

Tujuannya adalah menolong anak secara praktikal dan memberi dukungan secara emosional.

#2. Apa peran saya dalam terapi ini?

Kebanyakan terapi anak pasti melibatkan orangtua, termasuk dalam sesi pertemuan.

Pada dasarnya, terapis hanya ahli dalam ilmu psikologi, dan orangtua-lah yang kenal luar dalam anaknya. Atas dasar ini, orangtua tetap diminta ikut berperan aktif saat terapi dimulai.

Bahkan, semakin kecil anak Anda, keterlibatan aktif Anda makin diperlukan dalam tiap terapi. Untuk kasus ini, justru orangtua yang berperan sebagai terapis. Sedang psikolog berperan sebagai jembatan komunikasi antara anak dan Anda.

Bukannya tanpa alasan, sebab Anda yang selama ini menghabiskan waktu dengan anak, dan Anda juga yang nantinya akan menerapkan strategi yang diberi terapis.

#3. Bagaimana terapi dimulai?

Mulanya, obrolan hanya dilakukan antara terapis dan Anda sebagai orangtua.

Alasannya, Anda adalah sebagai orang yang paling tahu situasi anak Anda, juga paham akar masalahnya. Lebih dari itu, di obrolan ini Anda bisa mengukur bagaimana kecakapan terapis sehingga bisa mengambil kesimpulan, apakah sesuai dengan yang Anda harapkan atau tidak.

Salah satu parameter penting yang mendukung suksesnya terapi yaitu kerja sama orangtua, terapis, dan anak. Dengan menyatukan tiga elemen tersebut, terapi baru bisa berjalan sesuai dengan apa yang disepakati di awal.

#4. Anak saya mungkin akan menolak, bagaimana cara saya mengatakan?

Cuma ada segelintir anak yang benar-benar mau tatap muka langsung dengan terapis atau psikolog.

Ini masih dianggap normal karena anak tak tahu apa yang bakal didapat, dan anak selalu berpikir sudah berbuat jahat sehingga dibawa ke terapis atau psikolog. Untungnya, terapis dibekali kemampuan bicara yang luar biasa sehingga bisa membuat nyaman anak dan akhirnya mau bicara.

Tapi jika Anda masih mengalami kesulitan, Anda bisa coba cara berikut.

Untuk anak yang masih kecil, Anda bisa mengatakan ‘Dia tipe pria/wanita yang bisa buat kamu senang. Dia juga punya banyak mainan dan game di kantornya’.

Untuk anak kecil yang sudah beranjak tumbuh, ‘Kami barusan ketemu dokter Hanna, dan ayah/ibu pikir kamu akan senang kalau kamu mau menyapanya’.

Sederhana bukan!

5 Tanda Anak Anda Perlu Terapi, Apa Saja?

5 Tanda Anak Anda Perlu Terapi, Apa Saja?

Hipnoterapi Anak

Terapi Anak

Pada prosesnya, anak akan tumbuh besar. Dan saat beranjak tumbuh, anak sering mengahadapi beragam masalah. Yang paling sering seperti stress, murung, juga bullying.

Jadi kian rumit semisal anak anda tak punya kemampuan menyelesaikan persoalan yang dihadapi secara mandiri, dan di titik inilah anda butuh bantuan dari ahlinya, terapis.

Yang jadi masalah, anda dan para orangtua kerap menunggu dengan dalih waktunya kurang tepat untuk mencari psikolog atau terapis. Ini seperti saat anak anda terluka dan anda langsung membawa ke rumah sakit. Hal yang sama seharusnya anda lakukan kalau anak mengalami stress, cemas, juga depresi.

Kabar baiknya, anda bisa menemukan banyak terapis handal untuk memecahkan masalah yang dihadapi anak.

Apalagi saat anda mendapati gejala seperti ini.

Tanda Anak Anda Perlu Terapi

Sumber: tangibledifference.com

Hipnoterapi Anak

Terapi Anak

1.      Perilaku buruk

Anda bisa melihatnya dari dua hal, sekolah dan rumah.

Saat anak bermasalah dengan emosi, apa saja bisa dilakukan. Bahkan di sekolah yang penuh aturan. Misalnya, selalu membantah perkataan guru, jahat secara fisik dengan teman sekolah, atau berkata buruk tentang apapun.

Di rumah, perilaku buruk yang dilakukan bisa berupa apapun. Contoh paling umum yaitu bertengkar dan memukul dengan saudaranya. Atau jika anda merasa selalu dibantah tiap bicara, itu sudah menunjukkan tanda kalau anak perlu terapi.

2.      Mengisolasi diri

Pertemanan akan berubah seiring waktu, dan beberapa anak suka berada di tengah kelompok besar. Tapi jika anda melihat anak anda menghindar, ini menjadi semacam peringatan.

Jika anda tanya apa yang terjadi, kemungkinan jawaban yang muncul yaitu ‘Teman-teman membenciku’ atau ‘Tak ada yang mau berteman denganku’. Ini merupakan sinyal merah untuk anda sebagai orangtua, dan sudah selayaknya anda mengambil tindakan yang tepat.

Mengunjungi terapis adalah kunci utama supaya anak anda tetap baik-baik saja.

3.      Sedih berlebihan

Semua anak pasti sedih, dan semua anak pasti menangis. Ini termasuk hal wajar, karena bagian masa kanak-kanak.

Tapi jika frekuensinya berlebihan, itu menandakan ada yang tak beres.

Sebagai orangtua, anda pasti lebih paham tentang anak anda dan mampu membedakan mana tangisan normal dan mana yang dibuat-buat. Begitu juga saat sedih, anda pasti paham durasi sedih normal dan saat sedih berlebihan. Yang dibutuhkan hanya kejelian anda dalam membaca situasi.

4.      Pola makan dan tidur berubah

Yang namanya tumbuh besar, pasti menuntut perubahan. Tentunya ke arah yang lebih positif.

Beda hal jika tumbuh kembang anak ke arah negatif, dampaknya bisa luar biasa terhadap psikis anak saat nanti tumbuh besar. Di antara contoh perubahan negatif yaitu pola makan dan pola tidur berubah.

Selalu waspada saat anak makan lebih atau kurang dari porsi biasanya, ini menandakan ada yang pikirannya. Begitu juga saat anda menjumpai anak anda susah tidur malam hari. Jika pun tidur, biasanya hanya sebentar dan kadang sering mimpi buruk.

5.      Bicara sembarangan dan diulang

Masih merupakan normal jika anak bicara kematian atau cara dia mati selama masih dalam tahap eksplorasi tentang apa yang tak diketahuinya. Tapi saat bicara tentang kematian dan diulang terus, ada bahaya besar terkait psikis anak.

Selalu beri perhatian lebih saat anak mengungkit tentang kematian atau bunuh diri, terutama dari bahasa yang digunakan. Jika itu gaya bahasa khas anak, berarti itu masih dalam tahap wajar.

Tapi sebaiknya, semisal ada pembicaraan apapun mengenai kematian dan bunuh diri, itu tanda pasti kalau anak anda butuh psikolog anak.

Sebagai orangtua, jangan pernah takut menghubungi terapis jika menemukan beberapa tanda di atas.

CBT: Terapi Insomnia Tanpa Obat Paling Jitu

CBT: Terapi Insomnia Tanpa Obat Paling Jitu

Hipnoterapi

Terapi Insomnia

Alih-alih menggunakan obat tidur, terapi cognitive behavioral treatment (CBT) nyatanya lebih efektif.

Khusus anda yang anti mengkonsumsi pil juga obat lain, CBT bisa menjadi pilihan logis yang harus anda ambil. Terapi ini juga untuk siapapun yang mengalami insomnia tapi tak mau tergantung obat saat ingin tidur.

Seperti yang sudah banyak diketahui, insomnia termasuk penyakit umum yang banyak diderita. Dan memilih terapi yang tepat bisa menjadi langkah krusial yang membantu anda bebas dari insomnia.

Sebagai tambahan informasi, insomnia tak cuma didefinisikan sebagai penyakit susah tidur, tapi juga susah ngantuk dan cepat bangun tidur tanpa bisa tidur lagi meski hanya tidur sebentar.

CBT merupakan terapi paling efektif untuk insomnia parah, dan selalu direkomendasikan pertama kali. Terapi ini merupakan program terstruktur untuk membantu mengidentifikasi pikiran dan perilaku yang menyebabkan susah tidur.

CBT membantu mengatasi akar masalah, dalam arti penyebabnya.

Tak seperti pil tidur yang hanya berfungsi untuk menstimulus rasa kantuk supaya cepat datang tanpa menghilangkan penyebab susah tidur.

Lantas, bagaimana tahapan CBT sebenarnya?

Terapi Insomnia Tanpa Obat

Sumber: chatelaine.com

Hipnoterapi

Terapi Insomnia

1.      Stimulus control

Metode ini membantu menghilangkan faktor apapun yang mengganggu pikiran sehingga menolak tidur.

Pada praktiknya, anda akan dilatih mengatur waktu tidur dan bangun tidur secara konsisten, menghindari tidur siang, memakai tempat tidur hanya untuk tidur dan berhubungan seks, dan meninggalkan kamar tidur jika tak segera tidur dalam 20 menit.

Insomnia kadang disebabkan pemakaian kamar tidur yang tak tepat, situasi kamar membuat stress, atau kamar malah dipakai untuk nonton TV. Itu sebabnya, kamar tidur harus difungsikan seperti seharusnya, yaitu untuk tidur dan berhubungan seks.

2.      Sleep restriction

Rebahan di tempat tidur dalam keadaan bangun bisa menjadi kebiasaan yang memicu pola tidur memburuk. Intinya, terlalu banyak menghabiskan waktu di tempat tidur bisa memengaruhi tidur.

Terapi ini mengurangi waktu yang anda habiskan di tempat tidur sehingga anda merasa kangen tempat tidur. Saat waktu yang ditentukan usai, anda akan merasa seperti bebas hukuman dan bisa tidur ke tempat tidur lagi.

Begitu pola tidur sudah membaik, waktu pemakaian tempat tidur akan meningkat.

3.      Sleep hygiene

Metode ini melibatkan perubahan dasar dari gaya hidup yang punya efek ke pola tidur, seperti merokok dan mengkonsumsi kafein saat malam, minum alkohol, atau tak melakukan olahraga secara teratur.

Sleep hygiene merujuk ke kebiasaan dan lingkungan yang mendukung untuk tidur. Paling tidak, ada empat faktor utama dalam sleep hygiene, antara lain circadian rhythm (pola 24 jam), umur, psikologi, dan stimulus yang digunakan.

4.      Sleep environment improvement

Dibutuhkan suasana yang mendukung supaya anda bisa cepat lelap dalam tidur, dan inilah tujuan dari sleep environment improvement.

Anda diharuskan membuat lingkungan tidur yang nyaman, misalnya dengan menjaga ruangan tetap sunyi, redup, dan sedikit dingin.

Singkirkan TV yang ada dalam kamar, dan sembunyikan jam apapun dari pandangan. Dua hal ini begitu mengganggu, dan otak akan selalu aktif kalau melihat dua benda ini.

5.      Relaxation training

Tahapan ini akan membantu anda untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Pendekatan yang dipakai termasuk meditasi, imajinasi, juga lainnya.

Metode yang dipakai seperti progressive muscle relaxation (PMR), teknik pernafasan, juga self-hypnosis yang bisa membantu mengatasi insomnia. PMR membantu anda meredakan tensi dan membuat otot dalam tubuh relaks sembari berkonsentrasi karena peregangan.

6.      Remaining passively awake

Ini seperti paradoks atau kebalikan.

Saat anda ingin tidur, pasti anda melakukan apapun supaya cepat lelah dengan harapan bisa cepat tidur. Masalahnya, kadang cara ini tak berhasil.

Paradoks justru menyarankan sebaliknya, yaitu jangan melakukan usaha apapun untuk bisa tidur. Logikanya, jika anda khawatir tak bisa tidur justru anda tak bisa tidur betulan karena selalu memikirkan cara untuk tidur.

Dengan membiarkan kekhawatiran ini, anda justru bisa rileks dan lebih mudah tidur.

Mengenal Terapi Psikologi Untuk Keluarga

Mengenal Terapi Psikologi Untuk Keluarga

Hipnoterapi

Terapi Psikologi Untuk Keluarga

Demi rumah tangga yang baik, suami istri dan anak harusnya rela menekan ego masing-masing. Lewat cara seperti ini, benih perselisihan bisa dihindari.

Depresi merupakan efek buruk dari situasi rumah tangga yang tak kondusif. Umumnya, akibat perselisihan yang tak terselesaikan dengan baik antar individu dalam keluarga.

Efeknya bisa makin parah jika terdapat anak kecil di rumah, sudah pasti mentalnya jadi terganggu.

Untuk menyelesaikan situasi yang rumit ini, peran terapis atau psikolog sangat diperlukan. Gunanya, menyatukan keluarga yang sempat terpecah karena konflik kepentingan.

Menilik situasi terkini, peran terapi psikologi untuk keluarga makin penting berkaitan dengan kesehatan mental. Logikanya, keluarga yang sehat akan membuat individu sehat. Stabilitas mental jadi kunci untuk membuat hidup bahagia demi meraih masa depan.

Paling tidak, dikenal beberapa jenis terapi psikologi untuk keluarga yang sering diterapkan para professional.

Terapi Psikologi Untuk Keluarga

Sumber: cognifit.com

Hipnoterapi

Terapi Psikologi Untuk Keluarga

1.      Structural therapy

Fokus utama dari terapi ini yaitu menyesuaikan dan menguatkan sistem dalam keluarga untuk memastikan bahwa orangtua adalah kepala rumah tangga dan anak harus ikut aturan.

Dengan kata lain, terapi struktural mencoba memperbaiki peran tiap anggota keluarga.

Untuk terapi psikologi semacam ini, terapis akan bergabung ke keluarga dan ikut terlibat aktivitas harian untuk mendapat gambaran jelas mengenai kondisi keluarga. Hasil pengamatan lalu diolah sedemikian rupa untuk menemukan satu metode paling tepat.

2.      Strategic therapy

Bentuk terapi ini lebih singkat dan langsung, yang mana terapis memberi PR untuk keluarga.

Pekerjaan ini diharapkan bisa membuat komunikasi lebih intens sehingga tiap anggota keluarga sering interaksi dan melakukan penyesuaian dengan peran dan tugas masing-masing.

Untuk model ini, terapis punya posisi paling tinggi, karena seolah-olah bisa mengatur anggota keluarga untuk melakukan ini itu.

3.      Systemic therapy

Jenis terapi sistemik fokus pada pola komunikasi dan alasan dibalik perilaku anggota keluarga. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan ke anggota keluarga untuk saling menyelami lebih dalam tentang isu dan masalah yang muncul sebagai unit keluarga.

Peran terapis di sini sangat netral, bahkan berjarak.

Begitu terapis sudah paham area mana yang butuh perbaikan, terapis akan mencoba mengubah perilaku, hubungan, juga posisi dalam keluarga untuk mencari keseimbangan dalam keluarga lewat langkah yang lebih realistis.

4.      Narrative therapy

Terapi ini membantu individu dalam keluarga untuk membentuk karakter pribadi lewat instrospeksi diri dengan harapan bisa mengatasi masalah yang muncul antar anggota keluarga.

Terapi naratif membuat pasien berani melawan pengaruh buruk dengan penekanan utama ada di keluarga. Bahwa keluarga adalah yang utama, dan tak ada yang lebih penting dari keluarga.

Karena fungsinya yang fleksibel, terapi naratif kerap dipakai untuk individu.

5.      Bowenian therapy

Terapi ini cocok untuk keluarga jika salah satu anggota keluarga tak mau ikut dalam terapi.

Terapi bowenian dibuat dengan dua konsep utama, yaitu triangulation dan differentiation.

Triangulation praktiknya seperti curhat ke pihak ketiga, sedang differentiation merupakan pembelajaran diri untuk mengontrol reaksi emosi dalam hubungan rumah tangga.

6.      Milan therapy

Teknik terapi ini akan fokus pada analisis terkait hal yang dipercaya oleh tiap anggota keluarga.

Hasil analisis lalu dipetakan dalam bentuk semacam ujian yang musti dihadapai semua anggota keluarga, terutama yang berkaitan dengan konflik rasa saling percaya.

Ibaratnya, terapi milan mencoba membongkar pakem salah yang dianut sehingga konflik bisa direda.

Terapi psikologi untuk keluarga tak ubahnya jalan keluar yang praktis, dan tak perlu banyak sesi. Jenis terapi yang diambil harusnya didasarkan pada kebutuhan invidual tiap anggota keluarga.

Tujuannya jelas, yaitu menciptakan harmoni sehingga menjadi satu unit keluarga yang sehat.

4 Jenis Terapi Psikologi Untuk Depresi

4 Jenis Terapi Psikologi Untuk Depresi

Hipnoterapi

Terapi Psikologi Untuk Depres

Ada anggapan yang menyebut kalau terapi psikologi tak ubahnya terapi omongan. Anggapan ini tak salah, tapi juga tidak benar seutuhnya.

Bukan tanpa sebab, psikolog memang diharuskan banyak omong guna menggali lebih banyak informasi terkait keluhan yang disampaikan pasien. Lebih jauh lagi, psikolog akan mengeksplorasi berbagai kesulitan tapi lewat cara yang bisa membuat nyaman pasien.

Dari hasil obrolan semacam ini psikolog nantinya mengambil tindakan terkait. Penilaian lalu dikalkulasi sedemikian rupa lewat beberapa variabel untuk menentukan jenis terapi yang tepat untuk satu pasien.

Psikolog punya kemampuan memahami masalah, lalu memberi dukungan ke pasien tanpa coba menghakimi.

Antara psikolog dan pasien lalu kerja sama untuk membuat perubahan nyata ke arah yang ingin dicapai. Dan semua bisa didapat lewat percakapan yang saling terbuka.

Lalu, bagaimana metodenya?

Paling tidak, ada empat macam terapi psikologi untuk depresi yang umum diterapkan.

Terapi Psikologi Untuk Depresi

Sumber: ai-therapy,com

Hipnoterapi

Terapi Psikologi Untuk Depres

1.      Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT)

Terapi MCBT umumnya dilakukan dalam grup kecil dan melibatkan satu jenis meditasi tertentu, yaitu mindfulness meditation.

MCBT akan mengajari pasien untuk fokus di masa kini, dengan sedikit mengingat masa lalu tanpa coba merubahnya. Awalnya, hanya tubuh yang mengalami sensasi fisik yang luar biasa, selanjutnya baru ke perasaan dan pikiran.

Yang pasti, terapi ini membantu pasien supaya berhenti khawatir soal masa lalu dan masa depan, juga mencegah perasaan dan pikiran negatif. Logikanya, pikiran bersih pasti membantu mencegah depresi sehingga pasien bisa berdamai dengan keadaan.

2.      Behavoiur Therapy

Kalau ditilik lebih dalam, behavior therapy merupakan turunan dari CBT tapi punya fungsi lebih spesifik. Jika CBT fokusnya adalah merubah perilaku dan apa yang dipercayai pasien, behavior therapy lebih ke perasaan.

Terapi ini seperti menggugah rasa kemanusiaan, seperti pengakuan, kepuasan, juga sederet hal positif lain. Hasilnya, pasien terbebas dari ativitas yang bisa sebabkan depresi.

3.      Interpersonal Therapy (IPT)

Merupakan terapi psikologi yang sangat terstruktur, dalam arti ada beberapa tahapan yang harus dilewati.

Terapi ini fokus ke masalah hubungan personal dan mencari solusi yang diperlu guna mengatasi situasi yang tak nyaman ini. Ide dasar dari terapi IPT yaitu, bahwa tiap hubungan yang bermasalah akan memberi efek signifikan sehingga memicu depresi.

IPT membantu pasien mengenali pola dari suatu hubungan yang bermasalah yang nantinya membuat pasien rentan depresi.

Dengan mengidentifikasi pola ini, pasien bisa menemukan solusi sehingga bisa meningkatkan hubungan jadi lebih baik. Lewat relasi yang bagus, sedikit tapi pasti, depresi yang muncul secara bertahap bisa direduksi.

4.      Cognitive Behavior Therapy (CBT)

Barangkali, inilah jenis terapi yang banyak diterapkan di klinik manapun.

CBT merupakan terapi psikologi yang fokusnya mengenali cara berpikir (kognisi) dan perilaku (behavior) pasien yang berefek pada perasaan yang dialami.

Sejauh ini, CBT dinilai sebagai terapi psikologi paling ampuh untuk atasi depresi, dan nyatanya sangat adaptif diterapkan di segala usia.

Terapi CBT umumnya melibatkan professional yang punya kemampuan mengidentifikasi pola pikiran dan perilaku tertentu yang bisa membuat pasien rentan depresi. Kadang, saat suasana hati beranjak membaik, tiba-tiba menghilang karena muncul depresi. Situasi seperti ini juga jadi perhatian untuk psikolog.

CBT mampu merubah pola pikir dan perilaku dengan mengajari pasien untuk berpikir rasional saat menemui kesulitan yang sama. Juga, membantu pasien merubah pola negatif dan pemikiran yang tak membantu jadi lebih realistik, positif, dan mampu memecahkan masalah.

Dari semua pilihan terapi psikologi yang ada, penting untuk mengidentifikasi masalah Anda dulu sebelum beranjak mendatangi psikolog.

Beberapa mungkin lebih suka memendam apa yang menjadi pemikirannya, tapi sebaiknya Anda tak melakukan ini untuk masa depan yang lebih bagus.

Hubungi Kami

Layanan Berkualitas Yang Anda Terima Akan Kami kemas ke dalam Terapi Klinis Hipnoterapi, NLP, EFT, Ditambah Konsultasi Psikologi, Yang Pada Akhirnya Menjadi All in One Solution   Hipnoterapi Jakarta  Yang berkualitas, yang akan membuat anda Tidak Perlu kemana-mana lagi.

Butuh Info Lebih Detail?