5 Cara Menjadi Lebih “Hidup” dengan Menemukan Passion

5 Cara Menjadi Lebih “Hidup” dengan Menemukan Passion

“Everybody dies, but not everybody lives.”

Kita mengenal passion (renjana) sebagai “roda” penggerak kehidupan. Tak peduli betapa sulitnya hal yang harus dihadapi, menemukan passion seolah menjadi kunci bagi Anda untuk menikmati prosesnya dengan mudah, senang, dan tanpa beban. Dengan kata lain, passion menjadikan Anda lebih bersemangat, antusias, dan “lebih hidup”.

Apa itu passion? Banyak orang bilang: passion adalah dorongan hati yang begitu kuat, pada satu (atau beberapa) hal. Meski tak sama, sering kali, passion dikaitkan dengan hobi atau aktivitas yang sungguh kita senangi. Kehadiran passion sendiri “memberi ruang” bagi setiap orang untuk menjadi lakon utama setiap panggung kehidupan, dan bukan sekadar bayang-bayang.

Menemukan sesuatu yang menjadi passion sesungguhnya “gampang-gampang susah.” Bagi sebagian orang, prosesnya bisa jadi cepat—atau justru lambat. Menemukan passion sendiri penting. Sebab bagaimanapun, passion-lah yang menentukan jati diri, arah hidup, juga kebahagiaan Anda. Lantas bagaimana caranya? Berikut adalah lima langkah menemukan passion.

Hipnoterapi Herumindset Palm88
Passion

  1. Jujurlah pada Diri Sendiri
    Jujur paa diri sendiri

Jujurlah pada diri Anda sendiri: hingga kini, apa hal yang sudah membuat hidup Anda terasa utuh, membuat Anda begitu bersemangat, penasaran, dan tak pernah merasa ragu, letih, atau justru bosan?

Kehadiran passion dapat meminjam banyak wajah. Bisa jadi, itu adalah satu hobi yang Anda senangi, sesuatu yang menarik hati—atau justru sudah menjadi “bakat” sejak dini. Lebih penting lagi, passion adalah sesuatu yang berasal dari dorongan hati Anda. Bukan paksaan/hal yang diinginkan orang tua atau orang terdekat Anda, apalagi atas dasar “kenyamanan dan kemapanan”.

Nah, jika masih merasa ragu, ada baiknya untuk kembali membayangkan: pencapaian apa yang ingin Anda ceritakan pada orang banyak, 10 hingga 30 tahun mendatang? Pada masa itu, Anda ingin dikenal sebagai apa?

  1. Mencoba Beragam Hal
    Mencoba Beragam Hal

Mencoba banyak hal tak selalu sama dengan “buang-buang waktu”. Adapun menemukan passion bukan soal menggali “ke dalam”, melainkan juga “ke luar”. Mulailah mengenali dan mempelajari sesuatu di luar diri Anda. Kembangkan aktivitas, keahlian baru, pengalaman, dan wawasan Anda sebanyak mungkin. Lakukan segera. Toh, tak ada yang benar-benar tahu sebelum mencobanya, bukan?

Baca Juga: Meningkatkan Motivasi / Semangat Hidup Secara Permanen

  1. Jadilah Produktif
    Jadilah Produktif

Sesuatu hal baru layak disebut passion apabila itu menghasilkan. Tolok ukurnya, tak melulu harus dengan uang, melainkan dengan “apa yang sudah Anda buat”. Bagaimanapun, passion membutuhkan inovasi. Carilah hal unik yang membuat Anda berbeda dari orang lain (meski memiliki passion di bidang yang sama).

Hipnoterapi Herumindset Palm88
Passion
  1. Jangan Batasi Diri
    Jangan batasi diri

Biarkan passion berkembang seiring dengan kebebasan yang Anda berikan pada diri sendiri. Apa pun yang terjadi, jangan biarkan aturan, larangan tentang hal yang boleh/tidak, bahkan keinginan orang terdekat meredupkan passion Anda.

  1. Teruslah Berjalan
    Teruslah Berjalan

Ada kalanya, Anda berada di titik terendah. Pada saat itu, Anda mungkin menjadi ragu dan bertanya-tanya: inikah passion saya sesungguhnya? Mengapa saya bisa gagal?

Baca juga : 5 Cara menghilangkan strees

Harus diingat, mengubah passion menjadi sebuah keberhasilan bukanlah proses yang instan. Akan ada banyak kegagalan yang Anda temui. Kuncinya, teruslah berjalan, teruslah berjalan. Jangan pernah berhenti hanya karena ada sedikit hambatan yang menghalangi.

Itulah lima langkah menemukan passion. Sedari dini, tingkatkan semangat, produktivitas, dan gairah dalam hidup dengan terus melakukan apa yang Anda cintai.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Susah Tidur? Inilah 7 cara mengatasi insomnia

4 Empat Cara Diet Sehat !

4 Empat Cara Diet Sehat !

Wujudkan Hidup Lebih Baik dengan 4 Empat Cara Diet Sehat Berikut!

Kadang kala, kuatnya niat menurunkan berat badan membuat banyak wanita rela tidak makan, meski telah melakukan banyak aktivitas/olahraga berat. Cara semacam ini tentu tidaklah baik. Bukan hanya mengurangi nutrisi, Anda juga akan menyiksa diri sendiri karena kurangnya energi yang dibutuhkan tubuh. Sebenarnya, ada beragam cara yang dapat Anda lakukan untuk berdiet. Namun sebelum itu, ada baiknya untuk mengubah pola pikir Anda terlebih dahulu agar diet Anda dapat berjalan dengan baik dan optimal. Berikut adalah  empat cara diet sehat dengan mengubah pola pikir Anda.

  1. Perhatikanlah Kebutuhan Tubuh Anda
     Perhatikanlah Kebutuhan Tubuh Anda 4 sehat 5 sempurna

Keinginan untuk memiliki tubuh ideal, jangan sampai membuat Anda mengabaikan kebutuhan tubuh. Jangan pernah mengabaikan atau menunda waktu makan, jika memang itulah saatnya. Bukan hanya membuat semakin lapar, pada akhirnya menunda waktu makan hanya akan memicu Anda memakan porsi yang lebih banyak dari biasanya.

Hipnoterapi Herumindset Palm88
Diet Sehat

Makanlah secara wajar, tentu saja dengan porsi yang cukup. Hindari pula hanya makan buah dan sayuran. Sekalipun sehat, makan buah dan sayuran saja tidak akan mencukupi kebutuhan harian tubuh. Akibatnya, tubuh Anda pun menjadi sakit dan tidak sehat. Ingatlah, Anda tidak akan tampil cantik dan menarik jika tubuh Anda tidak sehat.

  1. Lakukan Aktivitas Positif
    lakukan aktivitas positif

Makan atau ngemil dengan porsi banyak kerap kali menjadi bentuk pelarian ketika Anda berhadapan dengan tekanan atau stres. Untuk mengatasinya, segera temui keluarga atau teman terdekat, jika Anda mengalami suatu permasalahan. Hindari melakukan aktivitas  impulsif, seperti langsung berbelanja atau memesan makanan. Sebaliknya, Anda bisa pergi bermain bersama teman, liburan, atau melakukan hobi dan kegiatan positif lainnya. Adapun segala aktivitas tersebut akan membuat pikiran Anda lebih relaks, dan tentu saja: mengalihkan perhatian dari makanan.

  1. Perbanyak Informasi tentang Pengetahuan Diet yang Benar

Anda mungkin mengetahui banyak cara untuk melakukan diet. Bisa saja, karena ingin memiliki tubuh ideal dalam waktu yang cepat, Anda kemudian tergiur pada embel-embel “resep menurunkan berat sepuluh kilogram dalam seminggu.” Tidak salah memang. Namun, tentu saja hal ini cukup ekstrem, bukan?

Baca juga : Menurunkan Berat Badan Dengan 5 Cara Alami

Hipnoterapi Kesehatan Herumindset Palm88
Diet Sehat

Harus dipahami, hal-hal ekstrem terkadang memiliki efek sampingnya tersendiri. Entah berupa kekurangan nutrisi, tubuh terasa lemas, kurang konsentrasi, dan lain sebagainya. Nah, agar semakin aman, Anda bisa meminta rekomendasi medis, atau justru mencari sumber informasi yang berasal dari dokter, ahli gizi, atau ahli kesehatan.

Menurunkan berat badan adalah proses bertahap. Karenanya, jangan pernah berpikir instan.

  1. Jangan Cepat Puas
    jangan cepat puas hasil diet

Wajar saja bila Anda langsung merasa puas, ketika berhasil menjalani program diet. Kadang kala, hal itu bahkan mengurangi ketakutan Anda untuk kembali mengonsumsi berbagai jenis makanan. Sayangnya, Anda lupa bahwa yang dibutuhkan dalam diet adalah bagaimana mengubah pola makan Anda secara konsisten.

Baca juga : 3 Cara Menghilangkan Lapar

Ingatlah agar tidak mudah puas. Bagaimanapun, konsistensi Anda dalam menjaga pola makan sangat dibutuhkan dalam keberhasilan program diet yang sedang dijalani.

Itulah empat cara diet sehat dengan mengubah pola pikir Anda. Semoga berhasil!

Gejala Gangguan Kepribadian

Gejala Gangguan Kepribadian

Berdasarkan jenisnya, gangguan kepribadian dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah gangguan kepribadian kelompok A. Seseorang dengan gangguan kepribadian kelompok ini biasanya memiliki pemikiran dan perilaku yang aneh. Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok A terdiri dari:

  • Gangguan kepribadian skizotipal. Selain tingkah laku yang aneh dan cara bicara mereka yang tidak wajar, penderita gangguan kepribadian jenis ini kerap terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial. Penderita juga kerap berkhayal, misalnya percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan telepati yang mampu memengaruhi emosi dan tingkah laku orang lain atau percaya bahwa suatu tulisan di koran adalah sebuah pesan tersembunyi bagi mereka.
  • Gangguan kepribadian skizoid. Ciri utama penderita gangguan kepribadian jenis ini adalah sifat yang dingin. Mereka seperti sukar menikmati momen apa pun, tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. Mereka cenderung penyendiri dan menghindari interaksi sosial.
  • Gangguan kepribadian paranoid. Ciri-ciri utama gangguan kepribadian jenis ini adalah kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan, termasuk pada pasangan mereka. Mereka selalu takut bahwa orang lain akan memanipulasi atau merugikan mereka, dan mereka takut pasangan mereka akan berkhianat.

Kedua adalah gangguan kepribadian kelompok B. Ciri-cirinya adalah pola pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan dan dramatis. Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok B terdiri dari:

  • Gangguan kepribadian ambang (borderline). Orang yang menderita kondisi ini biasanya memiliki emosi yang tidak stabil dan memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri, misalnya dengan meminum banyak alkohol atau melakukan seks bebas. Penderita gangguan ini juga merasa kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka merasa tidak dianggap baik dalam lingkungan keluarga maupun di masyarakat.
  • Gangguan kepribadian antisosial. Orang yang menderita kondisi ini kerap mengabaikan norma sosial yang berlaku dan tidak memiliki rasa simpati terhadap orang lain. Penderita cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka gemar mengintimidasi orang lain dan tidak menyesali perbuatan mereka. Mereka juga tidak mampu mengendalikan amarah dan mempertahankan hubungan.
  • Gangguan kepribadian narsistik. Orang yang menderita kondisi ini merasa yakin bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain. Mereka cenderung arogan dan terus-menerus mengharapkan pujian dari orang lain. Mereka akan membanggakan dan melebih-lebihkan prestasi yang dicapai. Ketika merasa ada orang lain yang lebih unggul daripada mereka, penderita gangguan kepribadian narsistik akan merasa sangat iri.
  • Gangguan kepribadian histrionik. Orang yang menderita kondisi ini biasanya terlalu mencemaskan penampilan, cenderung dramatis dalam berbicara, dan selalu mencari perhatian. Apabila menjalin hubungan pertemanan, penderita gangguan ini akan menganggap hubungan pertemanan tersebut sangat erat, meskipun orang lain menganggapnya tidak.
  • (Baca Juga: 7 Penyebab Gangguan Kepribadian)

Ketiga adalah gangguan kepribadian kelompok C. Meski ciri-ciri tiap gangguan yang masuk dalam kelompok ini berbeda-beda, ada satu komponen yang sama, yaitu rasa cemas dan ketakutan. Gangguan kepribadian kelompok C terdiri dari:

  • Gangguan kepribadian dependen. Penderita kondisi ini akan merasa sangat tergantung pada orang lain dalam hal apa pun. Mereka tidak bisa hidup mandiri dan selalu diliputi rasa takut akan ditinggalkan orang lain. Saat mereka sedang sendiri, mereka akan merasa tidak nyaman dan tidak berdaya. Akibat ketergantungan yang berlebihan ini, penderita gangguan kepribadian dependen tidak akan bisa membuat keputusan dan mengemban tanggung jawab sendiri tanpa petunjuk dan bantuan orang lain.
  • Gangguan kepribadian menghindar. Penderita kondisi ini sering menghindari kontak sosial, terutama dalam kegiatan baru yang melibatkan orang asing. Tidak sama seperti gangguan kepribadian skizoid, penghindaran ini dilakukan penderita karena mereka malu dan tidak percaya diri. Sebenarnya mereka ingin sekali menjalin hubungan dekat, namun mereka merasa tidak pantas berbaur dan khawatir mengalami penolakan.
  • Gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Orang yang mengalami kondisi ini bisa dikatakan “gila kendali”. Mereka sulit untuk bisa bekerja sama dengan orang lain dan lebih memilih untuk mengatur atau menyelesaikan tugasnya sendiri. Karena kepribadian mereka yang perfeksionis, sering kali mereka stres apabila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan standar mereka yang tinggi.
Penyebab Fobia Sosial

Penyebab Fobia Sosial

Kebanyakan orang mungkin bisa mengatasi rasa takut yang dialaminya. Namun, pada sebagian lainnya, rasa takut akan menimbulkan gejala fisik dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Itulah sebabnya, kamu perlu waspada jika memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap objek tertentu.

Penyebab Fobia Sosial

Fobia sosial atau social anxiety disorder bisa dipicu oleh situasi yang baru atau hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, misalnya presentasi di depan umum atau menyampaikan pidato. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, kondisi ini diduga terkait dengan beberapa faktor berikut:

  • Peristiwa masa lalu
    Fobia sosial bisa jadi muncul karena penderita pernah mengalami peristiwa memalukan atau tidak menyenangkan, yang disaksikan oleh orang lain.
  • Keturunan atau pola asuh
    Fobia sosial cenderung diturunkan dalam keluarga. Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah hal ini dipicu oleh faktor genetik atau karena pola asuh orang tua, misalnya terlalu mengekang. Kemungkinan lainnya adalah anak meniru sikap orang tua yang kerap merasa cemas saat berhadapan dengan orang lain.
  • Struktur otak
    Rasa takut sangat dipengaruhi oleh bagian otak yang disebut amygdalaAmygdala yang terlalu aktif akan membuat seseorang mengalami rasa takut yang lebih kuat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya kecemasan secara berlebihan saat berinteraksi dengan orang lain.

Selain beberapa faktor di atas, memiliki kondisi tubuh atau penyakit tertentu, misalnya luka parut di wajah atau kelumpuhan akibat polio, dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita fobia sosial.

Diagnosis Fobia Sosial

Dokter dapat menentukan seseorang mengalami fobia sosial melalui gejala yang dialaminya. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, bila gejala-gejala tersebut menyebabkan gangguan secara fisik, misalnya jantung berdebar atau sesak napas. Selain itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti tes rekam jantung, bila diperlukan.

Terapi Fobia Sosial

Untuk mengatasi fobia sosial, psikiater dapat menggunakan 2 metode, psikoterapi dan pemberian obat-obatan yang dijelaskan di bawah ini:

  • Psikoterapi
    Salah satu bentuk psikoterapi untuk mengatasi fobia sosial adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi rasa cemas pada penderita. Penderita akan dihadapkan pada situasi yang membuatnya cemas atau takut, kemudian psikolog atau psikiater akan memberikan solusi untuk menghadapi situasi tersebut.
    Seiring waktu, diharapkan rasa percaya diri penderita akan meningkat untuk menghadapi situasi ini, meskipun tanpa pendampingan.
    Terapi perilaku kognitif berlangsung selama 12 minggu, bisa dilakukan hanya berdua dengan psikiater atau secara berkelompok bersama pasien fobia sosial yang lain.
    Psikiater juga akan memberikan pemahaman kepada keluarga penderita mengenai gangguan ini, agar dapat memberikan dukungan kepada penderita untuk sembuh.
  • Obat-obatan
    Beberapa jenis obat juga dapat digunakan untuk mengatasi fobia sosial. Psikiater akan memberikan obat dalam dosis ringan terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan secara bertahap. Sejumlah obat yang digunakan untuk fobia sosial adalah:
    Obat anticemas atau antiansietas
    Obat seperti benzodiazepine dapat mengurangi kecemasan dengan cepat. Meski demikian, obat ini biasanya hanya digunakan dalam jangka pendek karena dapat menyebabkan kecanduan.
    Obat antidepresan
    Selain mengatasi depresi, obat antidepresan juga dapat digunakan untuk mengatasi fobia sosial. Berbeda dengan obat anticemas, obat antidepresan, seperti fluoxetine, tidak dapat bekerja dengan cepat dan digunakan untuk jangka waktu yang lama.
    Obat penghambat beta
    Obat ini bertujuan mengatasi gejala fisik yang muncul akibat rasa takut atau cemas, yaitu jantung berdebar. Obat yang digunakan antara lain adalah bisoprolol.

Hasil pengobatan untuk mengatasi fobia sosial tidak selalu dapat segera terlihat. Terkadang, penderita bahkan perlu mengonsumsi obat selama bertahun-tahun untuk mencegah kekambuhan. Agar hasilnya optimal, lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter dan rutin berdiskusi dengan dokter mengenai perkembangan kondisi penyakit.

Komplikasi Fobia Sosial

Apabila tidak ditangani, fobia sosial akan menyebabkan penderitanya:

  • Merasa rendah diri
  • Tidak dapat berinteraksi dengan orang lain
  • Tidak mampu bersikap tegas
  • Sangat sensitif pada kritikan

Kondisi seperti ini akan mengganggu prestasi dan produktivitas penderita, baik di sekolah maupun tempat kerja. Lebih parahnya, penderita dapat jatuh ke dalam kondisi kecanduan alkohol, penyalahgunaan NAPZA, hingga percobaan bunuh diri.

Pencegahan Percobaan Bunuh Diri

Pencegahan Percobaan Bunuh Diri

Data global menunjukkan setiap tahunnya lebih dari 800 ribu orang meninggal dunia karena bunuh diri atau setara dengan satu kematian setiap 40 detik. Untuk mencegah bunuh diri, Agung menyebut setiap orang mesti mengetahui gejala depresi. Gejala depresi dapat dilihat melalui perubahan pada tiga aspek yakni afek (perubahan perasaan), kognitif, dan fisik.

Gejala depresi pada afek ditandai dengan munculnya rasa sedih berlarut-larut, hilang minat, apatis, anhedonia (tidak merasa puas dan bahagia), tak bertenaga, tidak bersemangat, dan mengisolasi diri.

Pencegahan Percobaan Bunuh Diri

Penting untuk mengetahui faktor risiko serta tanda-tanda percobaan bunuh diri yang muncul pada diri seseorang. Jika Anda mendapati anggota keluarga atau teman memiliki tanda-tanda tersebut, pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  • Mendengarkan dengan seksama sekaligus mempelajari apa yang dia pikirkan dan rasakan.
  • Membantu dia dalam mengatasi depresi yang dialami.
  • Jangan ragu untuk menanyakan padanya tentang adanya keinginan untuk bunuh diri.
  • Jangan ragu untuk mengekspresikan rasa sayang, baik dalam bentuk perbuatan maupun kata-kata.
  • Jangan mengabaikan perasaan dia terhadap suatu hal, meski hal itu sepele atau mudah untuk diselesaikan.
  • Sebisa mungkin jauhkan barang-barang yang dapat digunakan untuk bunuh diri, misalnya senjata api.

Jika Anda khawatir bahwa cara di atas masih belum cukup untuk bisa mencegah upaya bunuh diri, maka Anda bisa membawa dia ke psikiater. Metode medis yang mungkin disarankan oleh psikiater adalah:

  • Psikoterapi, salah satunya adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini akan melatih pasien dalam menangani stres yang dapat memicu keinginan untuk bunuh diri.
  • Pemberian obat. Obat golongan antipsikotik, seperti clozapine, sering diberikan pada pasien skizofrenia untuk menekan risiko munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Baca Juga: Gejala Percobaan Bunuh Diri

Gejala Fobia Sosial

Gejala Fobia Sosial

Social anxiety disorder atau fobia sosial adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan rasa takut akan diawasi, dihakimi, atau dipermalukan oleh orang lain. Fobia sosial juga memiliki nama lain, yaitu gangguan kecemasan sosial. Rasa takut atau cemas sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja ketika berinteraksi dengan orang lain. Namun pada penderita fobia sosial, rasa takut ini dialami secara berlebihan dan menetap, sehingga memengaruhi hubungan dengan orang lain, produktivitas dalam bekerja, dan prestasi di sekolah.

Fobia sosial lebih sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda, dan pada orang yang pernah merasa dipermalukan di depan umum.

Gejala Fobia Sosial

Orang yang memiliki fobia akan berusaha menghindari obyek atau situasi yang membuatnya takut dan mengganggu keamanannya. Jika tidak, mereka akan mengalami berbagai gejala khusus akibat fobianya. Gejala gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial bisa tampak khususnya dalam situasi berikut:

  • Berkencan
  • Bertatapan mata dengan orang lain
  • Berinteraksi dengan orang asing
  • Makan di hadapan orang lain
  • Bekerja atau bersekolah
  • Memasuki ruangan penuh orang
  • Menghadiri pesta atau acara pertemuan

Oleh karena itu, penderita biasanya akan menghindari sejumlah situasi di atas.

Rasa takut yang dirasakan penderita fobia sosial tidak hanya berlangsung sesaat, melainkan menetap, dan akan menimbulkan gejala fisik yang berupa:

  • Wajah memerah
  • Bicara terlalu pelan
  • Postur tubuh yang kaku
  • Otot menjadi tegang
  • Keringat berlebih
  • Mual
  • Pusing
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas

Kapan Harus ke Psikolog atau Psikiater

Rasa takut akan penilaian orang lain hingga merasa dihakimi sebenarnya perasaan yang wajar dimiliki setiap orang. Seseorang juga masih dianggap normal jika sesekali menghindari situasi yang membuatnya tidak nyaman, misalnya bertemu dengan orang baru.

Namun bila rasa takut atau cemas tersebut berlangsung lama (sekitar 6 bulan), sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, yaitu menghalanginya berinteraksi dengan orang lain, serta memengaruhi produktivitas kerja atau prestasinya di sekolah, segeralah konsultasikan masalah ini dengan psikolog atau psikiater.

Baca Juga Arikel Menarik Lainnya: Penyebab Fobia Sosial

Hubungi Kami

Layanan Berkualitas Yang Anda Terima Akan Kami kemas ke dalam Terapi Klinis Hipnoterapi, NLP, EFT, Ditambah Konsultasi Psikologi, Yang Pada Akhirnya Menjadi All in One Solution   Hipnoterapi Jakarta  Yang berkualitas, yang akan membuat anda Tidak Perlu kemana-mana lagi.

Butuh Info Lebih Detail?