WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Sebelum mulai chat, isi Nama dan Email !
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Mitos Salah Tentang Hipnoterapi

Ada beberapa kemungkinan kenapa Anda tak mau dihipnotis. Antara lain, karena takut kehilangan kontrol, tunduk pada perintah hipnoterapis, atau takut pikiran Anda didominasi.

Sayangnya, itu semua cuma mitos!

Anda salah besar. Saat dihipnotis, bukan berarti Anda jadi lemah.

Anggapan ini didasari oleh aksi panggung para praktisi hipnotis yang sebenarnya sudah diatur demi pertunjukan. Sayangnya, banyak yang melihat aksi ini sebagai gambaran asli dari hipnotis. Untuk aksi panggung, sukarelawan umumnya sudah dipilih dulu meski terlihat seperti diacak saat pertunjukan.

Masalahnya adalah, aksi panggung kerap memicu mitos tentang hipnotis yang patut disangsikan kebenarannya, yang pada akhirnya membuat takut siapapun yang ingin mencoba hipnoterapi.

Padahal ada manfaat besar dibalik hipnoterapi.

Meski begitu, tak jarang manfaat hipnotis yang begitu besar tertutupi rapatnya mitos yang beredar. Sudah pasti, ini membuat siapapun takut mencoba hipnoterapi.

Jadi, suatu saat Anda dengar mitos berikut, jangan diambil hati.

Mitos Salah Tentang Hipnoterapi

Sumber: hypnosysstaugustine.com

Mitos Salah Tentang Hipnoterapi

Mitos 1: Hipnoterapis mengontrol pikiran Anda.

Faktanya, tak ada yang bisa mengontrol pikiran Anda, kecuali Anda menyuruhnya.

Hipnoterapis hanya akan memberi sugesti persis seperti yang Anda inginkan, seperti yang sudah Anda sepakati diawal pertemuan. Tak ada alasan apapun Anda bisa kehilangan pikiran di tengah sesi terapi.

Semisal Anda mendengar sugesti apapun yang Anda tak setuju atau tak Anda mengerti, pikiran alam bawah sadar akan otomatis menolaknya.

Mitos 2: Hipnotis merupakan ilmu hitam dan supernatural.

Faktanya, hipnotis merupakan ilmu kejiwaan yang bisa dipejalari secara ilmiah.

Hipnoterapis bukan seperti sesosok dukun yang punya kekuatan khusus. Mengulik asal muasalnya, psikologi merupakan ilmu kejiwaan yang diinisiasi psikolog ulung macam Sigmund Freud dan Carl Jung, lalu dikembangkan John Kappas dan Milton Erikson.

Mitos 3: Hipnotis sangat berbahaya.

Faktanya, hipnotis sangat aman dan justru bisa membuat Anda makin waspada.

Anda mungkin takut tak bisa keluar dari hipnotis saat sedang dihipnotis. Padahal, saat ada bahaya kapan saja, Anda secara alami bisa keluar dari situasi hipnotis dengan membuka mata. Bahkan Anda juga bisa bicara dan meregangkan tubuh.

Mitos 4: Hipnotis adalah obat ajaib untuk semua penyakit.

Faktanya, hipnotis bukan prosedur pengobatan medis, jadi tak bisa menyembuhkan penyakit fisik.

Tapi kalau penyakit itu terkait kelainan jiwa, ada kemungkinan bisa sembuh dengan hipnoterapi. Meski hipnoterapi merupakan cara tercepat untuk memperbaiki kerusakan jiwa, tapi tetap saja bukan obat ajaib. Secepat apapun, hipnotis tetap butuh proses agar efeknya terlihat.

Apalagi, tiap individu merespon hipnoterapi secara berbeda. Jadi ada kemungkinan waktu yang dibutuh tiap individu berbeda. Sekaligus, jangan percaya kalau Anda menemukan iklan hipnoterapi yang bisa menyembuhkan hanya dengan semalam.

Mitos 5: Hipnotis adalah alat yang tepat untuk pengakuan dosa.

Faktanya, hipnoterapi tak beda jauh dengan mengobrol, hanya subyek dan obyeknya yang beda.

Sesi terapi sangat rahasia, bahkan tak bisa dijadikan sebagai alat bukti pengadilan saking rahasianya. Hipnoterapi juga bukan media pengakuan dosa atau alat pendeteksi kebohongan.

Hipnotis tak bisa memaksa Anda untuk berkata jujur atau melakukan pengakuan.

Mitos 6: Anda tak akan bisa mengingat sesi hipnotis yang Anda jalani.

Faktanya, hipnotis hanya rileksasi otak, dan Anda tak benar-benar tidur saat sesi berjalan.

Saat dihipnotis, Anda tetap bisa mengenali lingkungan sekitar dan bisa mengingat apa saja yang terjadi selama sesi hipnoterapi. Anda justru akan merasakan peningkatan sikap waspada, konsentrasi, dan fokus. Bahkan indera pendengaran akan jadi lebih sensitif lagi.

Mitos 7: Anda tak bisa dihipnotis karena pikiran Anda kuat.

Faktanya, ujaran ini cuma mitos belaka.

Ada statistik yang bilang, hanya 50% populasi saja yang bisa dihipnotis. Tapi pernyataan ini sudah tak relevan karena metode hipnotis yang dipakai sudah tak lagi tepat.

Lewat studi terbaru dari John Kappas, 100% populasi bisa dihipnotis dengan metode yang tepat. Adalah keputusan Anda menggunakan hipnotis untuk keperluan perbaikan diri, misalnya. Dengan begitu, otomatis pikiran Anda akan menerima sugesti terkait hal ini.

Hubungi Kami

Layanan Berkualitas Yang Anda Terima Akan Kami kemas ke dalam Terapi Klinis Hipnoterapi, NLP, EFT, Ditambah Konsultasi Psikologi, Yang Pada Akhirnya Menjadi All in One Solution   Hipnoterapi Jakarta  Yang berkualitas, yang akan membuat anda Tidak Perlu kemana-mana lagi.

Butuh Info Lebih Detail?